Profil Kornet, Caster “Walay” di MPL Indonesia

Profil Kornet, Caster “Walay” di MPL Indonesia

Kali ini Seputar Game akan membahas sedikit mengenai profil Kornet, caster yang sudah malang melintang di MPL Indonesia.

Bagi kalian yang sudah sering menonton MPL Indonesia, pasti pernah beberapa kali mendengar kata “walay”.

Nah, kata tersebut keluar dari Kornet dan sudah menjadi ciri khasnya hingga saat ini.

Penasaran seperti apa aslinya Kornet? Berikut sedikit pembahasannya.

BACA JUGA 

Profil Kornet

Profil Kornet, Caster "Walay" di MPL Indonesia

Pembahasan mengenai profil Kornet akan kita mulai dengan nama aslinya.

Sang caster memiliki nama asli Muhammad Fahmi Maulana. Dia merupakan kelahiran 19 Agustus 1995 (berumur 27 tahun di 2022).

Menjadi seorang gamer sudah menjadi hal yang  lumrah secara turun temurun di era digital. Sebutan “Kornet” ini sudah didapatkan saat masih berada di bangku sekolah.

Saat game Dota 2 sedang booming, Muhammad Fahmi Maulana atau Kornet juga bermain dengan tim yang mereka bentuk.

Hingga perilisan Mobile Legends, ia tertarik untuk menghidupkan kembali game mobile esports.

Dimulai dengan kegembiraan bersenang-senang dengan teman-teman. Hingga  suatu saat, Kornet menjadi salah satu pemain inti di  tim esports yang ia dan rekan-rekannya hadapi di ajang playoff final MPL Season 1.

Bahkan, awalnya kornet bercanda menanyakan kepada  penyelenggara tentang profesi caster yang mengisi dan mengawasi pertandingan.

Beginilah Muhammad Fahmi Maulana kornet berani mulai mengirimkan contoh penampilannya saat mengisi game yang ia sutradarai sendiri.

Dua bulan kemudian, kornet mendapat tawaran untuk mengisi sebuah event untuk Codashop Weekdays Tournament dan tampil sebagai MPL Season 2 di event berikutnya. Kini ia bukan lagi player, melainkan memiliki gelar baru sebagai caster baru.

Pemilihan nama kornet berasal dari istilah alur karirnya seperti roket yang melesat ke angkasa.

Pasti kamu tidak asing dengan sebutan “legend never die” kan? Ini pepatah cocok banget untuk profil Kornet yang telah menjadi ikon Mobile Legends di season-season sebelumnya.

Suaranya yang pas, berat, dan unik serta jargon-jargonnya seperti “Walay” dan “Tas tas tas” akan selalu ditunggu-tunggu oleh para penikmatnya.

Bisa dikatakan sulit dan mudah untuk menjadi seorang caster. Tangkapannya adalah bahwa para pemain di wilayah ini sangat kompetitif dan pilih-pilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *